![]() |
| Sumber |
Salah kah mereka? TIDAK! Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan mereka yang ingin bekerja di luar negeri, yang harus menjadi sorotan adalah bagaimana cara pemerintah agar TKI yang saat ini berada di luar negeri bisa membuka lapangan pekerjaan di negeri sendiri dan menambah jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri, agar kedepannya tidak ada lagi rakyat Indonesia yang bekerja di luar negeri karena jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri sudah cukup.
Bung Karno (Ir. Soekarno) pernah bilang "BERDIKARI" alias Berdiri di Atas Kaki Sendiri, mungkin hal ini yang harus kembali di tanamkan kepada para pemuda Indonesia yang sekarang sudah terlena dengan kemewahan dan kenyamanan hidup yang tanpa disadari dibalik semua ini akan menghancurkan negara kita sendiri. Kekayaan alam yang melimpah dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran orang asing sedangkan pribumi melarat dan hidup dalam kesengsaraan. Kita harus tersadar dan bangun dari mimpi panjang nan membelenggu yang membuat terpuruknya negeri ini. Semua pasti ada jalan, jangan bertanya terlebih dahulu jika kita belum mau mencoba, karena pertanyaan adanya setelah kita mencoba dan menjalani suatu hal. Lalu, harus di awali darimana? Mungkin sedikit masukan positif dari saya bisa menyadarkan kita semua dan mau berubah untuk menjadi bangsa yang BERDIKARI.
1. Susun Rencana
Sebelum pergi untuk bekerja di luar negeri, hendaknya kita memiliki rencana untuk membuat sebuah usaha, karena kita tidak mungkin selamanya berada dan bekerja di luar negeri. Jangan sampai, setelah pulang nanti kita menjadi pengangguran kembali dan hanya memberatkan sanak saudara.
2. Menabung
"Dang ding dung hey jangan dihitung, tau tau nanti kita dapat untung" masih ingatkah dengan penggalan lirik lagu yang tadi? Ya, kita harus menabung untuk bekal kita dimasa depan. Saat kita bekerja di luar negeri, saya sarankan agar menabung minimal 20% dari gaji yang kita miliki. Agar saat kembali ke Indonesia, kita bisa membuka usaha dan menjalankan rencana pada poin nomor satu. Dan setidaknya kita sudah memiliki modal yang cukup.
Kita buat contoh, jika kita memiliki penghasilan saat bekerja di luar negeri sebesar 3.000.000 rupiah dan kita di kontrak untuk bekerja selama 3 tahun. Maka :
Rp. 3.000.000 x 20% = Rp. 600.000/bln
Sehingga, kita bisa mengumpulkan Rp. 600.000 x 36 = Rp. 21.600.000
Nah, cukup banyak bukan untuk membuka sebuah usaha dengan modal awal Rp. 21.600.000,- kita bisa usaha membuka kios, rumah makan, atau mungkin jualan bakso, sate, nasi goreng, dsb. Mungkin terlihat sepele namun dibalik semua itu bisa menyimpan potensi usaha yang sangat besar.
3. Relasi
Tak ada usaha yang berhasil tanpa jaringan, atau koneksi serta relasi yang terjalin dengan baik. Oleh karena itu, saya sarankan saat bekerja di luar negeri buatlah relasi dengan orang-orang asing karena mungkin saja saat kalian kembali ke Indonesia bisa meminta bantuan dana untuk membuka usaha. Dan kita bisa sedikit lebih ringan karena di bantu secara finansial oleh mereka.
Oke, mulai sekarang mari kita sebagai generasi penerus bangsa ini untuk menjadi generasi enterpreneur dan jangan mau lagi jadi generasi pekerja. Semangat untuk kalian semua para TKI dan TKW yang berada di seberang pulau sana, dan tetap semangat. Jangan lupa untuk menjadi pengusaha saat kembali ke Indonesia.
1. Susun Rencana
Sebelum pergi untuk bekerja di luar negeri, hendaknya kita memiliki rencana untuk membuat sebuah usaha, karena kita tidak mungkin selamanya berada dan bekerja di luar negeri. Jangan sampai, setelah pulang nanti kita menjadi pengangguran kembali dan hanya memberatkan sanak saudara.
2. Menabung
"Dang ding dung hey jangan dihitung, tau tau nanti kita dapat untung" masih ingatkah dengan penggalan lirik lagu yang tadi? Ya, kita harus menabung untuk bekal kita dimasa depan. Saat kita bekerja di luar negeri, saya sarankan agar menabung minimal 20% dari gaji yang kita miliki. Agar saat kembali ke Indonesia, kita bisa membuka usaha dan menjalankan rencana pada poin nomor satu. Dan setidaknya kita sudah memiliki modal yang cukup.
Kita buat contoh, jika kita memiliki penghasilan saat bekerja di luar negeri sebesar 3.000.000 rupiah dan kita di kontrak untuk bekerja selama 3 tahun. Maka :
Rp. 3.000.000 x 20% = Rp. 600.000/bln
Sehingga, kita bisa mengumpulkan Rp. 600.000 x 36 = Rp. 21.600.000
Nah, cukup banyak bukan untuk membuka sebuah usaha dengan modal awal Rp. 21.600.000,- kita bisa usaha membuka kios, rumah makan, atau mungkin jualan bakso, sate, nasi goreng, dsb. Mungkin terlihat sepele namun dibalik semua itu bisa menyimpan potensi usaha yang sangat besar.
3. Relasi
Tak ada usaha yang berhasil tanpa jaringan, atau koneksi serta relasi yang terjalin dengan baik. Oleh karena itu, saya sarankan saat bekerja di luar negeri buatlah relasi dengan orang-orang asing karena mungkin saja saat kalian kembali ke Indonesia bisa meminta bantuan dana untuk membuka usaha. Dan kita bisa sedikit lebih ringan karena di bantu secara finansial oleh mereka.
Oke, mulai sekarang mari kita sebagai generasi penerus bangsa ini untuk menjadi generasi enterpreneur dan jangan mau lagi jadi generasi pekerja. Semangat untuk kalian semua para TKI dan TKW yang berada di seberang pulau sana, dan tetap semangat. Jangan lupa untuk menjadi pengusaha saat kembali ke Indonesia.







8 komentar:
as wr wb,
saya setuju sob dengan artikel ini mari BERDIKARI, jadi TKIboleh tapi jangan keterusan, dihimbau kepada instansi terkait untuk mensosialisasikan program untuk enterprener.
Nice post, ditunggu kunjungan balik sobat ya, thanks
Yup, sob.
Makasih atas komentarnya..
Pasti saya kunjungin balik.. ^^
oke juga nih wkwkwk
hehehhe...
yoi ky, harus jadi TKI yang bisa jadi pengusaha. :D
setuju kalo generasi muda harus jadi enterpreneur
dan jangan mau lagi jadi generasi pekerja.!
kalo bisa kita yg buka lowongan
pekerjaan untuk orang banyak
bukan kita yg sibuk mencari lowongan pekerjaan :)
Yoi nuk. Wajib jadi entepreneur. :D
Kita bangsa yang besar, jadi butuh pengusaha yang banyak biar bisa ngembangin ekonomi ^^
Salut banget dengan postingan ini. Mestinya lebih banyak lagi pemuda yang mempunyai pemikiran seperti ini. Yakin Indonesia akan segera bersaing dengan negara lain. Salam BERDIKARI !!
Iya om, banyak yang seharusnya di perbaiki di negara tercinta ini. Terutama dalam hal enterpreneur :D
Poskan Komentar